Total Tayangan Laman

Rabu, 22 Desember 2010

Indonesia menjadi negara Industri yang agraris ataukah menjadi negara agraris yang Industri

Indonesia merupakan negara yang agraris, sektor perekonomiannya sebagian besar ditopang oleh sektor pertanian . Namun pada era globalisasi seperti sekarang ini apakah indonesia akan tetap bertahan dengan keagrarisannya?ataukah indonesia akan mentranformasi diri menjadi sebuah negara industri?. Pada bulan maret tahun 2007 indonesia menetapkan misinya untuk menjadi negara industri pada tahun 2030 , visi ini disampaikan oleh yayasan indonesia forum. Mereka beranggapan visi ini telah di topang oleh empat pencapaian utama pada 2030 yaitu, yaitu masuk dalam lima besar kekuatan ekonomi dunia, pengelolaan kekayaan alam yang berkelanjutan, perwujudan kualitas hidup modern yang merata dan mengantarkan sedikitnya 30 perusahaan Indonesia dalam daftar 500 perusahaan terbesar di dunia. Dalam pandangan prof. Mudrajad kuncoro, guru besar ilmu ekonomi fakultas ekonomi UGM melalui bukunya yang berjudul ekonomika industri Indonesia, menuju negara industri baru 2030.beliau berusaha memberikan sumbangan pemikirann mengenai industrialisasi di Indonesia. Potret persoalan dan dinamika industri di indonesia yang masih termasuk kedalam negara berkembang. Indonesia sebenarnya sangat potensial untuk menjadi negara industri, hal ini disebabkan oleh struktur perekonomiannya yang sudah mulai perubahan yang sangat mencolok dimana sumbangan sektor pertanian sudah mulai terlampaui oleh industri manufaktur. "Selama periode 1968-2005, struktur perekonomian Indonesia mengalami perubahan mencolok. Dan sektor industri telah menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia sejak 1994," katanya dalam diskusi Buku Ekonomika Industri Indonesia Menuju Negara Industri Baru 2030, di kampus Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara (FE-USU), Rabu (20/6).  Melimpahnya sumber daya alam di indonesia juga merupakan sebuah pendukung untuk menjadikan indonesia negara industri. Itu sebuah modal nbagi Indonesia, bila melimpahnya SDA bisa kita berdayakan dan kembangkan melalui industri-industri andalan indonesia.
Namun banyak hal yang harus di benahi oleh indonesia jika ingin menjadikan diri sebagai negara Industri pada tahun 2030. selama ini Industri di Indonesia, secara geografis hanya terkonsentrasi ke kawasan barat Indonesia, Jawa, Bali dan Sumatera. Kluster industri Indonesia 63 persen di Jawa dan 12,6 persen di Sumatera. Hal ini membuktikan bahwa pembangunan ekonomi di indonesia belum menyentuh daerah-daerah terpencil yang memang culit terjangkau oleh transportasi dan akomodasi. Seperti daerah Kalimantan, maluku, sulawesi, nusa tenggara dan papua yang memerlukan cukup waktu dan biaya untuk mencapai daerah tersebut dikarenakan belum adanya akomodasai yang cukup memadai seperti jalan yang kurang memadai, belum adanya bandara dan pelabuhan yang mendukung untuk alur transporatasi. Hal ini menyebabkan investor-investor lebih tertarik untuk berinvestasi di daerah jawa, bali dan sumatera, dikarenakan daerah ini sangat di sokong oleh sarana dan prasaran yang sangat memadai untuk perkembangan industrinya. Selain faktor sarana dan prasarana pendukung yang belum merata disetiap daerahnya , faktor belum adanya payung hukum yang jelas untuk mendukung perkembangan industri di setiap daerahnya . Menurut mudrajat juga salah satu hambatan sulitnya berkembang perindustrian di daerah, karena selama ini belum ada kejelasan dari tujuan UU otonomi daerah di Indonesia. "Kita belum punya grand design akan dibawa kemana arah UU otonomi daerah,"katanya. Menurut Kuncoro, banyak tantangan yang harus dihadapi di tingkat daerah dalam upaya Indonesia menuju negara industri baru pada 2030. Seperti korupsi di tingkat lokal, administrasi dan tarif pajak, sistem hukum, perijinan, regulasi, pungli, dan keterbatasan infrastruktur di daerah, yang kesemuanya tidak kondusif bagi iklim investasi. Karena itu, katanya, pemerintah pusat dituntut untuk mampu berkoordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) menciptakan kebijakan yang kondusif bagi dunia usaha. "Dan pemerintah daerah sendiri dituntut kreatifitas dan kejeliannya untuk melakukan inovasi," tambahnya. Sektor pertanian yang selama ini menjadi penyokong perekonomian Indonesia tetap harus diperhatikan bila Indonesia kelak ingin melakukan industrialisasi. Karena tetap saja latar belakang negara ini adalah negara agraris sehingga masyarakatnya telah terbiasa dan mahir dalam permasalahan pertanian.
Hampir setiap daerah sektor pertanian merupakan penyokong terbesar perekonomian. Jadi menurut saya Indonesia harus lebih mengembangkan pertaniannya dengan industri sebagai penyokongnya. Kenapa seperti ini? Karena selama ini sektor pertanian indonesia kalah bersaing dengan negara lain yang sebenarnya bukan negara agraris disebabkan masih tradisoanalnya pengelolaan pertanian di Indonesia misalnya cepat busuknya hasil pertanian seperti sayur, buah-buah dll disebabkan belum adanya alat yang dapat menyimpan hasil tani indonesia dalam waktu lama dan dapat menjaga kualitas hasilnya tersebut.Selain itu krangnya penguasaan tekhnologi masyarakat indonesia menyebabkan pengolahan itu memakan waktu yang cukup lama sehingga pertanian kita kurang berkembang. Untuk itu sebaiknya langkah awal untuk mengubah wajah indonesia menjadi negara maju adalah dengan melakukan melek teknologi terlbih dahulu di sektor pertanian dengan cara melakukan pelatihan , penyuluhan serta pendampingan yang sangat intens bagi para petani indonesia agar mereka tebiasa menggunakan teknologi yang leibih canggih dan cepat. Hal ini pun harus disokong oleh pembangunan di setiap daerah yang merata agar setiap daerah bisa saling unjuk gigi dengan kekhasannya masing-masing.
            Jadi, sebenarnya Indonesia lebih cocok menjadi negara yang lebih bergerak ke sektor pertanian yang disokong oleh sektor industri. Hal ini karena dari dulu hingga sekarang masyarakat indonesia sudah sangat akrab dengan pertanian, dan sumber daya alam pertanian yang sangat melimpah di Indonesia harus bisa segera termanfaatkan. Hal pertama yang harus dilakukan adalah pembangunan sarana dan prasaran pendukung di setiap daerah agar daerah tersebut tidak terisolir. Kedua adalah melakukan pendampingan dan pelatihan teknologi bagi masayrakat indonesia dalam pengelolaan pertanian pada khususnya. Ketiga pemerintah daerah dan pusat harus bersinergi dalam pembuatan payung hukum mengenai pembangunan dan industri disetiap daerahny agar para investor tertarik untuk berinvestasi di Indonesia.Baru di langkah keempat ketika sarana dan prasaran sudah sangat memadai dan masyrakat sudah bisa menggunakan teknologi dalam pengelolaan pertanian, perikanan, pertambangan dan lain lain pemerintah harus melakukan promosi mengenai hasil hasil industri Indoensia dan mulai menanamkan rasa memiliki hasil karya Bangsa sendiri agar hasil hasiil tersebut bisa semakin berkembang minimalnya dapat bersaing dengan barang-barang impor dari luar negeri di pasar dalam negeri dan maksimalnya harus bisa menjadi komoditi ekspor andalan dari indonesia sehingga indonesi tiodak hanya bisa mengekspor bahan mentah dan setengah jadi saja tapi juga barang jadi . Jadi Indonesia harus tetap menjadi negara yang agraris yang industri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar